Ada apa dengan Penelitian Ristekdikti Tahun 2017?

Sosialisasi Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Direktur DRPM Kemenristekdikti, dan Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si Peneliti ahli Kemenristek.

APA SAJA ISI BUKU PANDUAN HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN EDISI XI

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mereformulasi pendanaan penelitian khususnya untuk dosen atau peneliti di perguruan tinggi menjadi dua skema.

GUBERNUR BENGKULU LANTIK KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KETAHUN

PARWITOBIOTECH.COM (3/3) Kabar gembira bagi SMA/SMK seprovinsi Bengkulu pada hari ini seluruh kepala sekolahnya dilantik oleh Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu Dr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H. di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI

Paparan oleh RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI Prof. Moh. Nasir Kemenristekdikti Jakarta, 1 Maret 2017.

Workshop Peningkatan Sumber Daya Peneliti dan Pengabdi PT

Silahkan ikut Workshop dan Klinikal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di IBI Darmajaya Bandar Lampung tanggal 6-7 Maret 2017

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2019

Tingkatkan Publikasi Ilmiah Dosen, Politeknik Raflesia Curup Adakan Workshop Scopus

Parwitobiotech.com (30/11) Antusias peserta Workshop Scopus Bengkulu sangat tinggi. Peserta yang berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jambi memadati Aula Politeknik Raflesia Curup Rejang Lebong. Ditemui saat kegiatan ini, Direktur Politeknik  Raflesia bapak Drs. H. Suryadarminta, M.Pd. menjelaskan bahwa kita (red: Poltek Raflesia) terus berbenah memperbaiki kualitas dosen dan kampus, workshop ini salah satu pemicu untuk dosen-dosen dalam meningkatkan publikasi jurnal internasional bereputasi, HaKI dan percepatan jenjang akademik. Workshop ini sebagai rencana perubahan yang besar dosen untuk mendukung akreditasi institusi dan program studi tegasnya.
Ketua Politeknik Raflesia Drs. H. Suryadarminta, M.Pd 
Materi yang diberikan dalam acara ini adalah Persiapan dan strategi artikel ilmiah, Strategi penulisan artikel di jurnal bereputasi, Cari jurnal internasional bereputasi, Teknik submit artikel dan merespon hasil review, Teknik penulisan artikel di jurnal terindek scopus, Plagiarisme dan teknik parafrase, Sitasi dan teknik reference (mendeley), Pendampingan penulisan artikel ilmiah, Pengajuan haki, Percepatan jenjang akademik dan serdos. Acara workshop ini juga dihadiri narasumber dari medan yaitu Dr. (c) Robi Rahim, M.Kom. serta Wakil Rektor I Unived Karona Cahya Susena, SE, M.M dan juga sebagai Ketua Asosiasi Dosen Muda Bengkulu (ADM) Bengkulu dan Ketua Harian Parwito, S.P., M.P. sebagai narasumber.

WR 1 Unived / Ketua Asosiasi Dosen Muda Bengkulu Karona Cahya Susena, SE, MM
Harapan yang pasti, siap membantu dosen berbagai universitas, sekolah tinggi, akademi dan politeknik. Langkah ADM kedepannya dapat membantu publikasi jurnal internasional, pendampingan manajemen pengelolaan journal bagi pengelola dikampus kampus, HaKI dan Jenjang Jabatan Akademik. Ini selaras agar dosen dapat menguatkan misi dan visi intititusinya dibidang akademik tegas Ketum ADM Bengkulu Karona Cahya Susena, SE., M.M.

WR 1 Unras / Ketua Harian ADM Bengkulu Parwito, S.P., M.P.
Peserta workshop dengan serius mengikuti 
Dosen selalu dituntut untuk melakukan penelitian dan hasil dari penelitian tersebut dijadikan artikel jurnal yang bisa terbit dijurnal yang bereputasi internasional sehingga kedepan dosen lebih familiar dengan publikasi internasional. Kegiatan ini menjadi sebuah gebrakan untuk memotivasi dosen dalam memenuhi beban kinerja dosennya tegas Sekretaris ADM Eko Sumartono, S.P., M.Sc. yang juga ikut dalam kegiatan tersebut.


Foto bersama Direktur Poltek Raflesia, narasumber dan peserta workshop









Kamis, 27 April 2017

Target IAIN Bengkulu Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)





Moratorium transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang dilakukan Kementerian Agama, jelas memberikan dampak proses alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Meski demikian, IAIN Bengkulu tak patah semangat untuk tetap berupaya melakukan pelbagai persiapan menuju alih status menjadi UIN.

"Target kita Tahun 2019 (alih status menjadi UIN. Red), kita tetap persiapkan baik infrastuktur juga SDM. Semangatnya sama, pemerintah daerah juga sangat jelas mendukung," tegas Plt Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr Sirajuddin, Rabu (26/4).

Upgrade menjadi UIN, jelas Sirajuddin bukan berdasarkan kepentingan pribadi, namun menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Adanya persoalan lahan yang masih belum clear, dirinya yakin bisa diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, sehingga tidak menjadi kendala saat proses alih status menjadi UIN.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang hadir membuka International Conference On Mathematics, Statistics and Computer Science di IAIN Bengkulu mengatakan, meskipun ada moraturium alih status IAIN menjadi UIN saat ini, bukan berarti menghentikan proses persiapan. Alih status, perlu persyaratan yang harus dipenuhi serta proses koordinasi dengan beberapa pihak. Kendati bukan hal sederhana, Pemprov Bengkulu berkomitmen untuk mendukung upaya-upaya yang mesti dilakukan.

"Kita bersama-sama sounding-kan ke KemenPAN, ke Kementerian Agama. Ini yang kita perjuangkan bukan semata-mata institusi IAIN-nya saja. Namun kita memperjuangkan kebutuhan masyarakat Bengkulu dalam konteks pendidikan," tutur Rohidin saat di Aula Djamaan Nur Pasca Sarjana IAIN Bengkulu.

Wagub Rohidin juga mengapresiasi IAIN Bengkulu yang terus mengingkatkan mutu pendidikan. Prestasi yang diraih mahasiswa IAIN Bengkulu, cukup membanggakan. Penelitian serta pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tugas pokok kampus, juga terlaksana dan tetap memberikan manfaat untuk masyarakat.

Saat ini di Indonesia baru ada 17 UIN, yakni 11 ditambahkan 6 UIN yang baru alih status sebelum moraturium baru-baru ini. IAIN yang baru saja menjadi UIN adalah UIN Mataram, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Raden Intan Lampung, dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. "Pemprov sangat-sangat mendukung," demikian tutup Rohidin Mersyah.

Sumber MC Bengkulu

Lulusan Terbaik UNIB Ingin Berikan Kontribusi Melalui Dunia Pendidikkan



Salah satu mahasiswi Universitas Bengkulu (UNIB) yang meraih predikat lulusan terbaik  pada Wisuda UNIB periode 81, dengan nilai tertinggi dan sangat memuaskan (Comlaude) dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,98  adalah Nelda Sari Siregar.

Wanita yang bercita-cita ingin menjadi Dosen ini, berencana akan melanjutkan studinya kejenjang pasca sarjana. Dirinya ingin memberikan kontribusi dalam pembangunan di Provinsi Bengkulu ini dalam dunia pendidikan, dengan menciptkan generasi muda yang pintar dan kompetitif.

“Saya akan memberikan kontribusi ke pemerintah daerah melalui  dunia pendidikkan,” imbuhnya.

Wanita Berhijab,  buah  hati dari pasangan Buyung Parlin Siregar dan Armi ini, mulai menimba ilmu di UNIB pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikkan (FKIP) tahun 2013 lalu. Mengambil jurusan Bahasa dan Seni dengn Program Pendidikan  (Prodi) yang diambilnya Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dalam perjuangannya meraih predikat lulusan terbaik Wisuda UNIB tahun ini tidaklah dengan begitu saja. Wanita berdarah Medan Sumatera Utara  dan Curup Rejang Lebong  ini melaui cobaan dan rintangan dengan semangat serta dorongan dari orang tua yang sangat begitu bearti baginya.

“Selama saya menyelesaikan tugas akademik selalu mendapat dorongan dari orang tua,” sebut Nelda, saat usai acara Wisuda, di Gedung Serba Guna UNIB, Rabu (26/4).

Lulusan Sekolah Menegah Atas (SMA) di kota Curup Kabupaten Rejang Lebong ini menceritakan kita-kiatnya sehingga mampu meraih predikat lulusan terbaik tersebut, dimana, setiap tugas yang diberikan selalu diselesaikan tepat waktu.

“Semua tugas selalu saya buatkan rencananya dan target untuk diselesaikan, harus banyak memiliki referensi dan membaca serta diskusi,” ujar wanita yang lahir di kota Lubuk LInggau, 8 November 1994 ini.

Dengan hasil yang diraihnya tersebut, wanita asal Kota Curup ini berharap agar generasi muda di Provinsi Bengkulu  tetap selalu fokus pada pendidikkan, terlebih lagi saat ini, menurutnya,  lulusan sarjana saja masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Untuk generasi penerus, harus ingat pendidikan tersebut adalah nomor satu. Jangan puas dengan pendidikaan S1 saja, perlu dipikirkan untuk belajar lagi kejenjang yang lebih tinggi, sehingga pendidikkan di Indonesia lebih maju lagi,’’ pungkasnya. (Saipul).

Sumber MC Bengkulu