Ada apa dengan Penelitian Ristekdikti Tahun 2017?

Sosialisasi Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Direktur DRPM Kemenristekdikti, dan Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si Peneliti ahli Kemenristek.

APA SAJA ISI BUKU PANDUAN HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN EDISI XI

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mereformulasi pendanaan penelitian khususnya untuk dosen atau peneliti di perguruan tinggi menjadi dua skema.

GUBERNUR BENGKULU LANTIK KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KETAHUN

PARWITOBIOTECH.COM (3/3) Kabar gembira bagi SMA/SMK seprovinsi Bengkulu pada hari ini seluruh kepala sekolahnya dilantik oleh Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu Dr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H. di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI

Paparan oleh RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI Prof. Moh. Nasir Kemenristekdikti Jakarta, 1 Maret 2017.

Workshop Peningkatan Sumber Daya Peneliti dan Pengabdi PT

Silahkan ikut Workshop dan Klinikal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di IBI Darmajaya Bandar Lampung tanggal 6-7 Maret 2017

Senin, 05 Juli 2021

Gelar Talkshow PATEN Asosiasi Mikoriza Indonesia Bersama Universitas Tadulako Mengajak Patenkan Hasil Penelitian

Parwitobiotech.com (26/6) Asosisasi Mikoriza Indonesia (AMI) berkerjasama dengan Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan Talkshow Paten secara zoom virtual yang diikuti Ratusan peserta dari kalangan akademisi (dosen), peneliti, mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai penjuru Nusantara. 


Ketua panitia talkshow Dr.Sc.Agr.Ir.Yusran, SP.MP menyampaikan dalam sambutanya bahwa peserta dalam kegiatan ini yang mendaftar dan mengikuti sebanyak 182 peserta dari kalangan dosen, peneliti, mahasiswa dan masyarakat umum. Ucapan terimaksih juga disampaikan kepada Ketua AMI dan Rektor Untad atas kolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini, untuk narasumber juga terimakasih atas kesediaanya dalam mengisi materi Talkshow paten, serta segenap panitia yang sudah bekerja keras dalam menyiapkan kegiatan ini sampai sukses.

Ketua Panitia Talkshow Dr.Sc.Agr.Ir.Yusran, SP.MP

Ketua Asosisasi Mikoriza Indonesia (AMI), Prof Husna, MP dalam sambutannya kegiatan Talkshow Paten ini dilatarbelakangi oleh rendahnya jumlah paten dari dosen dan peneliti Mikoriza seluruh Indonesia untuk mematenkan hasil penelitiannya. Melalui kegiatan ini ada transfer ilmu dan pengalaman menyusun dan mengurus paten bagi para dosen, mahasiswa maupun masyatakat. Dikesempatan yang sama, Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Mahfudz MP menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada ketua dan juga pengurus AMI atas kerjasama yang telah dilaksanakan semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dalam mengajukan paten.

Sambutan Ketua AMI-RI Prof Husna, MP

Sambutan Rektor Universitas Tadulaku Prof Dr Ir H Mahfudz MP

Kegiatan talkshow ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM anggota AMI dan tentunya masyarakat umum untuk menghasilkan karya paten dari hasil-hasil penelitian. Alhamdulillah, narasumber pada pelatihan ini telah menghasilkan paten di bidang Mikoriza,” imbuh Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo.

Pada kesempatan ini narasumber memiliki kopetensi dalam pengajuan paten, diantaranya :
1️⃣ Prof. Enos Tangke Arung, Ph.D Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman “Kekayaan Intelektual Berbasis Hasil Hutan”
2️⃣ Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M.Si., IPU Dosen Fakultas Kehutanan UNB “Strategi Meng HKI kan Karya Mikoriza”
3️⃣ Dr. Meitini Wahyuni Proborini Dosen Fakultas MIPA Universitas Udayana “Invensi  Formulasi Pupuk Hayati Jamur Endomikoriza & Komposisi dan Proses Produksi  Pupuk Hayati Jamur Endomikoriza”

Foto kegiatan Talkshow Paten yang dilaksanakan pada hari Sabtu 26 Juni 2021 dapat dilihat dibawah ini

 









Dokumentasi diambil dari Tim dokumentasi panitia AMI (wto)



  

Sabtu, 03 Juli 2021

Peserta dari 34 Provinsi Ikuti Munas Asosiasi Profesi Informatika dan Komputer Indonesia (APIK) Pertama Secara Virtual

Parwitobiotech.com (03/07/2021) Ratusan peserta dari 34 Provinsi mengikuti Munas pertama Asosiasi Profesi Informatika dan Komputer Indonesia (APIK) yang digelar secara virtual pada Sabtu 3 Juni 2021. Munas pertama ini mengangkat tema “Bersama APIK Indonesia, Membangun Kompetensi Menuju Indonesia yang Kompeten.”

Dalam Munas tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kepala Daerah yang hal ini diwakili oleh Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), H.M. Ali Baal Masdar dan  Kementerian diwakili oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan & Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Muchtar Azis, S.T., M.Si selaku Koordinator Bidang Pengembangan Standarisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional

Sambutan Gubernur Sulbar, H.M. Ali Baal Masdar pada saat pembukaan Munas I APIK Indonesia

Dalam sambutannya bapak Gubernur berharap agar APIK yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia ini, dapat membantu pemerintah daerah untuk menjadi jembatan pengembangan teknologi Informatika di daerah-daerah sehingga dapat menjadi solusi adanya kesenjangan antar wilayah Indonesia dan dilanjutkan sambutan bapak Aziz selaku Koordinator Bidang Pengembangan Standarisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional menuturukan sangat mengapresiasi asosiasi APIK yang bergerak di bidang TIK untuk pengembangan kompetensi kerja.

Bapak Muchtar Azis, S.T., M.Si memberikan sambutan selaku Koordinator Bidang Pengembangan Standarisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional Dirjen Pembinaan Pelatihan & Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Kemnaker



Imbuhnya Kemenaker mengapresiasi keberadaan APIK yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang sangat mulia terutama dalam memberikan dukungan dan fasilitas peningkatan dan penguatan kompetensi serta produktivitas Tenaga Kerja di bidang Informatika.

Muh. Mihram Rahman, S.Pd, M.Pd, M.Si ketua umum periode 2021-2025

Agenda utama Munas diantaranya adalah pemilihan ketua umum untuk periode 2021-2025. Dari lima bakal calon, secara aklamasi terpilih Muh. Mihram Rahman, S.Pd, M.Pd, M.Si sebagai ketua umum APIK Indonesia periode 2021-2025.

Sambutan perwakilan DPW Bengkulu oleh  Parwito, S.P., M.P 

Perwakilan DPW Bengkulu yang diwakili oleh Parwito, S.P., M.P. mengapresiasi atas terselenggaranya MUNAS pertama APIK Indonesia dan mengucapkan selamat kepada Muh. Mihram Rahman, S.Pd, M.Pd, M.Si sebagai ketua umum APIK Indonesia periode 2021-2025 semoga dapat mengemban amanah kepemimpinan dengan baik dan sukses.

Maju terus APIK Indonesia...

 


Selasa, 02 Maret 2021

KONGRES NASIONAL AMI 2021: Perempuan Pertama Pimpin (Asosiasi Mikoriza Indonesia)

Parwitobiotech.com (1/3) Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) merupakan organisasi pakar yang  dibentuk pada tanggal 6 November  1996 di Bogor oleh para peneliti, pemerhati dan pengguna jasa mikoriza yang disponsori oleh The British Council Jakarta. Sekertariat Pusat AMI berkedudukan di Bogor dengan cabang-cabang di seluruh Indonesia.


AMI dibentuk berazaskan Pancasila dan UUD 1945 serta selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan manusia dan perbaikan kualitas lingkungan hidup. AMI bersifat terbuka untuk peneliti, pemerhati dan pengguna dengan mengutamakan kerjasama serta menjunjung tinggi profesionalisme dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Dalam perjalanannya AMI memiliki visi misi: Memacu pelaksanaan dan pengembangan penelitian-penelitian mikoriza di Indonesia, Menyebarluaskan informasi tentang peneliti dan hasil-hasil penelitian mikoriza, Menyelenggarakan pelatihan dan pelayanan teknis tentang mikoriza, Menggalang kerjasama dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta maupun organisasi profesi lainnya di dalam dan di luar negeri, Menerbitkan NEWS LETTER dan publikasi lainnya tentang kegiatan di bidang mikoriza, dan Menerbitkan jurnal hasil penelitian mikoriza di Indonesia.


Kongres AMI dalam rangka pemilihan ketua umum berlangsung dari tanggal 21 Februari 2021 dengan melakukan penjaringan bakal calon. Bakal calon ketum setelah melalui seleksi yang ketat ditetapkan menjadi empat calon yaitu

a. Prof. Husna – Sulawesi Tenggara

b. Dr. Melya Reniarti – Lampung

c. Dr. Jamilah – Sumatera Barat

d. Dr. Lily F. Ishaq - NTT

Setelah penetapan calon ketum, agenda selanjutnya Presentasi Misi/Proker Pengembangan AMI oleh para Calon Ketua Umum yang di moderatori oleh Dr. Happy Widiastuti dilakukan secara daring. setelah semua memaparkan prokernya, proses Pemilihan ketum dilakukan secara musyawarah mufakat yang di pimpin oleh ketua sidang bapak Dr. Ir. Irdika Mansur (Dewan Pembina AMI Pusat) dan dihadiri oleh Pengurus Pusat, pimpinan cabang serta anggota AMI dari seluruh Indonesia.. Dari empat bakal calon tersebut diumumkan sebagai ketua umum Prof. Dr. Ir. Hj. Husna Faad MP. dan Sekjen Dr. Melya Reniarti.


Kongres AMI 2021 kali ini yang digelar secara virtual pada hari Sabtu (27/2/2021) menghasilkan perempuan pertama menjadi Ketua Umum AMI yaitu Prof. Dr. Ir. Hj. Husna Faad MP. Beliau merupakan Dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO). 

Dalam penyampaian proker, Prof Husna menarwarkan penguatan organisasi melalui pembentukan cabang dan konsolidasi internal. Termasuk pembentukan website AMI, database peneliti maupun praktisi Mikoriza, database penelitian dan publikasi, serta silaturahim melalui WAG Mikoriza Indonesia. Program kerja lainnya, yaitu penguatan SDM melalui seminar nasional maupaun internasional, workshop/pelatihan, pembentukan jurnal ilmu dan teknologi mikoriza, serta penulisan buku dan program,” terang Prof Husna.

Tidak sampai di situ, mantan Dekan Fakultas Pertanian periode 2000-2004 UHO ini masih memiliki program kerja lainnya seperti pengabdian kepada masyarakat melalui pembentukan jejaring daerah dan nasional, gerakan nasional penanaman pohon terancam punah bermikoriza. Termasuk mensosialisasi mikoriza pada guru-guru SMK Pertanian, Kehutanan, Peternakan, dan masyarakat.

“Terima kasih kepada forum kongres atas kepercayaan yang diberikan. Saya mengharapkan kerja sama seluruh anggota AMI, dan saya mengucapkan terimakasih kepada Panitia yang sudah sukses melaksanakan kongres AMI dan tidak lupa saya ucapkan kepada ketua umum pusat AMI periode 2016-2021 bapak Dr. Ir. Abimanyu Dipo Nusantara, MP dan jajaranya atas kerja keras untuk memajukan organisasi AMI” pungkasnya. (*pwt)

Dokumentasi Kegiatan :

Ketua Umum Pusat AMI periode 2016-2021
 
Dr. Ir. Abimanyu Dipo Nusantara, MP 





Jumat, 29 Januari 2021

PERINGKAT PERGURUAN TINGGI INDONESIA OLEH WEBOMETRICS 2021

Parwitobiotech.com (29/1) Baru-baru ini webometrics merilis peringkat perguruan tinggi Indonesia. Peringkat pertama diraih oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan diikuti oleh Institut Pertanian Bogor  , Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga selengkapnya bisa di cek dilaman webometrics.

Peringkat 50 besar Universitas yang ada di Indonesia

Posisi UGM menggeser peringkat Universitas Indonesia dimana UI menempati urutan pertama pada tahun 2020 dan untuk peringkat kedua di duduki oleh IPB yang pada tahun sebelumnya diperingkat ke duabelas. Penilaian peringkat oleh webometrics untuk universitas dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu impact, openness, dan excellence.

Berikut sedikit penjelasan tentang aspek tersebut. Aspek Impact dinilai dari banyaknya backlink dari situs luar. Openness diukur dari jumlah file berbagai jenis (.pdf, .doc, .ps, .eps, .docx, .ppt, atau .pptx), yang dapat diakses dan terhubung dengan domain situs universitas. Excellence dinilai dari jumlah artikel publikasi ilmiah karya civitas akademika universitas tersebut. 

Berikut universitas yang masuk kedalam 10 besar Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics tahun 2021:

1. Universitas Gadjah Mada

2. Institut Pertanian Bogor

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

4. Universitas Indonesia

5. Universitas Airlangga

6. Institut Teknologi Bandung

7. Universitas Bina Nusantara

8. Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta

9. Universitas Diponegoro

10. Universitas Jember

Untuk peringkat perguruan tinggi/universitas yang ada di Provinsi Bengkulu, dapat di lihat dilink ini.

Daftar lengkap universitas terbaik Indonesia dapat dilihat melalui laman webometrics 





Sabtu, 22 Agustus 2020

Kemdikbud Keluarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2020


Parwitobiotech.com (18/08)Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2020 pada (17/8). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menjelaskan bahwa klasterisasi merupakan upaya Ditjen Dikti untuk melakukan pemetaan atas kinerja perguruan tinggi akademik Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalah maknai sebagai pemeringkatan,” jelas Nizam mengawali paparannya.

Nizam menjelaskan bahwa tujuan utama klasterisasi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Selain itu, klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut Nizam menjelaskan pada tahun 2020 ini, berbagai informasi terkait kinerja perguruan tinggi Indonesia kembali diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama antara lain mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome). Akan tetapi, indikator-indikator yang mencerminkan masing-masing komponen utama tersebut terdapat beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.

Pada klasterisasi tahun 2020 ini, indikator yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada aspek input antara lain persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan.

Pada aspek proses terdapat 9 indikator yang digunakan antara lain Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama perguruan tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI, Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by subject, Jumlah Program Studi melaksanakan program merdeka belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar.

Pada aspek output, terdapat empat indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang telah memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi International. Sementara pada aspek outcome, terdapat lima indikator yang digunakan antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah patent per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

Klasterisasi perguruan tinggi yang disusun dan dibangun dalam kerangka perbaikan berkelanjutan baik untuk masing-masing data kinerja perguruan tinggi maupun kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan. Sesuai dengan hal tersebut, sumber data klasterisasi menggunakan data-data yang sahih dan siap guna dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Data yang langsung dapat digunakan, yaitu data yang dilaporkan secara rutin oleh perguruan tinggi ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).
  2. Data hasil penilaian kinerja perguruan tinggi yang telah dilaksanakan oleh unit kerja di lingkungan Ditjen Dikti akan tetapi belum tersajikan di dalam PD Dikti.
  3. Data yang belum tercakup dalam PD Dikti, tetapi dikumpulkan secara terstruktur oleh unit kerja dan sangat relevan dengan klasterisasi.
  4. Data dari luar PD Dikti yang relatif telah mapan dan siap digunakan untuk mengukur kinerja perguruan tinggi.

Pemberian nilai (skor) klasterisasi berdasarkan capaian perguruan tinggi terhadap setiap indikator pada masing-masing aspek. Setiap indicator memiliki bobot terhadap nilai kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan dapat dijadikan sebagai alat pengendali kebijakan pengembangan pendidikan tinggi. Bobot indikator ditentukan dengan mempertimbangkan 3 hal, yaitu: a. Kepentingan: pengaruh indikator dalam membentuk perguruan tinggi yang berkualitas; b. Validitas pengukuran: kesahihan pengukuran yang dilakukan, termasuk di dalamnya kualitas data dan kemudahan dalam melakukan verifikasi; dan c. Komparabilitas: apakah indikator tersebut memang berlaku untuk seluruh jenis, status, kategori perguruan tinggi.

Dari hasil analisis terhadap data-data dari 2.136 perguruan tinggi yang tersedia maka diperoleh hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 yang terdiri dari 5 (lima) klaster perguruan tinggi dengan komposisi klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi, klaster 2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 400 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

Pada klaterisasi ini menrurut Nizam tidak ada dikotomi antara PTN maupun PTS. “Tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam hal penilaian. Kuncinya tetap berada pada leadership dan sinergi. Selama rektor perguruan tinggi bisa membangun sinergi, maka hal itu merupakan kekuatan perguruan tinggi untuk mewujudkan visi dan misinya dalam membawa seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitasnya,” ujar Nizam.

Nizam juga berpesan agar perguruan tinggi dapat terus meningkatkan kualitasnya. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh merasa cepat puas dengan pencapaian hari ini, maka dari itu Ia bertekad untuk memberikan dorongan bagi perguruan tinggi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Perguruan tinggi yang sudah maju akan kami dorong untuk berlari lebih kencang, bagi yang masih berada di bawah maka akan kami berikan pembinaan khusus. Selain itu, prinsip saling membantu juga perlu ditekankan agar perguruan tinggi yang sudah di atas bisa turut membantu pembinaan dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang berada di bawahnya,” tutur Dirjen Dikti tersebut.

Pada akhir paparannya, Nizam berharap bahwa hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan melaui kerja cerdas, kerja semangat dan kerja sama antar perguruan tinggi. Selain itu Nizam berharap perguruan tinggi dapat secara tertib dan rutin melakukan pemutakhiran data maupun melaporkan perkembangan capaian output melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Kelembagaan, Ridwan, mengungkapkan bahwa klasterisasi perguruan tinggi tahun ini menjadi hal yang menggembirakan. Pasalnya tahun ini terdapat tambahan dua perguruan tinggi yang menempati klaster 1. “Tahun ini ada tambahan 2 perguruan tinggi yang menempati klaster 1. Pada 2019 lalu hanya ada 13 perguruan tinggi yang masuk klaster 1, tahun ini bermabah menjadi 15 perguruan tinggi. Hal ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitasnya. Nanti kita akan dorong perguruan tinggi klaster 1 ini untuk bersaing di internasional,” ujar Ridwan.

Informasi lebih detail mengenai hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat diperoleh secara daring melalui laman http://klasterisasi-pt.kemdikbud.go.id/

Sumber : Kemdikbud 2020

HASIL-KLASTERISASI-PT-2020-FINAL Klik disini 

surat_ke_PTS_-_klasterisasi_2020 Klik disini 

Selasa, 07 Juli 2020

Persyaratan WAJIB Penumpang pada Perjalanan Udara


Parwitobiotech.com J A K A R T A – (27/6).  Diiterbitkan dan diedarkannya Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang mengatur kembali syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon penumpang bila akan melakukan bepergian dengan menggunakan pesawat udara, dimana lebih sederhana. Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru, mengenai persyaratan wajib penumpang pada perjalanan udara Lion Air Group. Menurut surat edaran dimaksud, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti Rapid Test, PCR Test dan atau surat keterangan kesehatan. Oleh karena itu, bagi calon penumpang Lion Air Group yang bepergian di dalam negeri (domestic) agar memperhatikan hal-hal berikut: 
  1. Jika uji kesehatan yang digunakan Rapid Test Covid-19, dengan hasil non-reaktif maka masa berlaku adalah 14 hari, atau 
  2. Jika uji kesehatan yang digunakan Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Covid-19, dengan hasil negatif maka masa berlaku ialah 14 hari, atau 
  3. Apabila kedua metode tes di atas tidak tersedia di daerah asal, maka calon penumpang harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit/ Puskesmas

Calon penumpang Lion Air Group harus mencermati masa berlaku dari dokumen kesehatan yang digunakan. Selain itu, agar memperhatikan dan memenuhi ketentuan-ketentuan perjalanan udara sebagaimana yang diatur oleh daerah/ wilayah/ kota tertentu. Untuk penerbangan internasional (keberangkatan dari luar negeri ke Indonesia) wajib menggunakan uji kesehatan RT-PCR dengan hasil negatif.
Pelaksanaan penerbangan Lion Air Group tetap menjalankan menurut protokol kesehatan, dengan harapan agar setiap operasional memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan (safety first) dan dalam upaya tidak menyebabkan penyebaran Covid-19. Lion Air Group mewajibkan bagi calon penumpang agar mematuhi ketentuan penerbangan Lion Air Group, yakni: 
  1. Tiba lebih awal di terminal keberangkatan yakni empat jam sebelum keberangkatan. Penerbangan Lion Air Group domestik tetap di Terminal 2E dan internasional di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Untuk bandar udara lainnya yang beroperasi tetap di terminal yang sama. 
  2. Menunjukkan kartu identitas diri yang sah (KTP atau tanda pengenal lainnya), 
  3. Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara, 
  4. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman (hand sanitizer), 
  5. Mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) selama di terminal bandar udara, 
  6. Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat, 
  7. Mengikuti petunjuk awak pesawat, 
  8. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses (download) melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac .
Baca Berita ini juga : Menyikapi Perkembangan Pandemi Covid-19 

Kepada calon penumpang dapat membeli tiket (issued ticket), di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, laman resmi Lion Air Group www.lionair.co.id ; www.batikair.com , aplikasi perangkat smartphone (mobile apps) Lion Air dan Batik Air (pembelian tiket Wings Air juga bisa melalui website dan aplikasi tersebut), call center 021-6379 8000 dan 0804-177-8899, mitra agen perjalanan (tour travel) dan online travel agent (OTA). Operasional penerbangan Lion Air Group juga berdasar pada aturan yang telah diterbitkan sebelumnya, yaitu: Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara No 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyararkat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sumber : Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. 

Minggu, 28 Juni 2020

Berbagi Sesama "Canthelan" Kagama Bengkulu Diresmikan



Parwitobiotech.com (28/06)KAGAMA Canthelan merupakan salah satu program unik yang dilangsungkan oleh KAGAMA care. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi dengan menggantungkan sembako atau kebutuhan sehari-hari di tempat yang telah ditentukan. 



Peresmian program Kagama Bengkulu Canthelan oleh Gubernur Bengkulu Dr Rohidin Mersyah 
(Ketua Umum Kagama Bengkulu)
Bersinergi saling membantu antar sesama dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, Kagama  (Keluarga Alumni Gadjah Mada) Bengkulu mengadakan peresmian Canthelan. Di buka secara resmi oleh Ketua Umum Pengda Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah (Gubernur Bengkulu) di RT. 01 Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Dalam sambutanya Masyarakat juga diminta berpartisipasi dalam rangka meringankan beban masyarakat serta ingin mengajak masyarakat yang berkeinginan membantu sesama dan berbagi melalui program canthelan.

Secara simbolis Dr. Rohidin Mersyah Mencantelkan sembako 

"Masyarakat silakan ambil tetapi cukup 1 keluarga 1 saja, agar juga merata bagi yang lain, jadi selalu saja berfikir Kagama memberi sesuai dengan kemampuan yang kita punyai, masyarakat juga peduli, jangan  diambil lebih dari satu, fikirkan keluarga yang lain," minta Gubernur Rohidin.
Sambutan Ketua RT 01 Kelurahan Berkas bapak Henri Prasetyo

Sebagai tahap awal, Kagama peduli membuat "canthelan" sembako di RT 01 Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Selain berisi bahan pangan pokok, gantungan bersama itu juga diisi dengan makanan siap saji, sayur mayur. Meskipun tidak banyak yang penting bisa untuk cukup untuk kebutuhan sehari.

Melihat secara langsung kebun binaan Kagama Bengkulu
Kegiatan dilanjutkan ke kebun binaan Kagama Bengkulu serta sebagai kebun percobaan Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu  yang dimiliki oleh Eko Sumartono (alumni FP UGM) yang sekaligus pengurus perkumpulan dosen muda bengkulu. Kebun edukasi buah dan sayuran ini sebagai contoh dedikasi alumni untuk ketahanan pangan keluarga di masa pandemi covid 19. Semoga kegiatan perkebunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat umum tegas mas Eko.

Penancapan Papan Nama Kebun Binaan Kagama Bengkulu
Pada kesempatan yang sama Ketua umum Perhimpunan Dosen Muda Karona Cahya Susena, SE, MM saat meninjau lokasi kebun percobaan Dosen Muda Bengkulu menuturkan " semoga kebun percobaan ini dapat memberikan manfaat halayak dan sebagai tempat edukasi dalam budidaya pertanian terutama sayur dan buah-buahan.

Berikut dokumentasi kegiatan di kebun percobaan Dosen Muda Bengkulu merupakan Binaan Kagama Bengkulu.