Ada apa dengan Penelitian Ristekdikti Tahun 2017?

Sosialisasi Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Direktur DRPM Kemenristekdikti, dan Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si Peneliti ahli Kemenristek.

APA SAJA ISI BUKU PANDUAN HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN EDISI XI

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mereformulasi pendanaan penelitian khususnya untuk dosen atau peneliti di perguruan tinggi menjadi dua skema.

GUBERNUR BENGKULU LANTIK KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KETAHUN

PARWITOBIOTECH.COM (3/3) Kabar gembira bagi SMA/SMK seprovinsi Bengkulu pada hari ini seluruh kepala sekolahnya dilantik oleh Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu Dr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H. di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI

Paparan oleh RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI Prof. Moh. Nasir Kemenristekdikti Jakarta, 1 Maret 2017.

Workshop Peningkatan Sumber Daya Peneliti dan Pengabdi PT

Silahkan ikut Workshop dan Klinikal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di IBI Darmajaya Bandar Lampung tanggal 6-7 Maret 2017

Sabtu, 18 April 2020

RAPID TEST DAN SWAB TEST PADA COVID-19

Parwitobiotech.com (18/04). Dikutip dari laman kemenkes.go.id Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes).

Petugas Medis di laboratorium dengan tabung darah untuk analisis saat pengambilan sampel Coronavirus di bawah mikroskop 
Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien.


Kemudian Rapid Test terhadap Nakes diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien. Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.

''Metode Rapid Test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid Test ini adalah antibody nya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah,'' kata dr. Achmad.

Sementara itu dibutuhkan 6 hingga 7 hari hingga terbentuk antibody untuk kemudian bisa diidentifikasi darahnya. Kalau hasilnya positif maka diyakini pasien sedang terinveksi Corona, tetapi kalau hasilnya negatif 2 kali pemeriksaan maka bisa diyakini pasien tidak terinveksi Corona, namun sangat mungkin bisa terinveksi.

''Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,'' imbuhnya.

Diharapkan dengan dilakukannya Rapid Test dapat menjaring secara cepat keberadaan kasus positif.

Baca Berita ini juga : Cegah Covid-19   

Terkait pemeriksaan RAPID-TEST (dari berbagai sumber):

1) Rapid-test bukan diagnostik, tetapi sebagi screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karen ada keluhan klinis, resiko terpapar, dst. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan;

2) Pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab/usapan tenggorok;

3) Hasil positif (+) pada rapid-test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid-19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang RAPID-TEST (+);

4) Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid-19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila (-), bebas Covid-19. Bila (+) diikuti pemeriksaan RT-PCR.

5) Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karen yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

Baca Berita ini juga : Menyikapi Perkembangan Pandemi Covid-19 

Sekedar untuk panduan :

Jika
PCR (+)
Ig M (-)
Ig G (-)
Infeksi Baru mulai.
Infeksi biasanya hari ke 1-7.

Jika
PCR (+)
Ig M (+) 
Ig G (-) 
Berarti infeksi akut
Lagi menuju puncak infeksi .
Biasa nya hari ke 7-14.

Jika
PCR (+) 
Ig M (+) 
Ig G (+) 
Infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh
Biasanya hari ke
14-21.
Makanya isolasi 2 minggu.

Jika 
Pcr (+)
Ig M (-) 
Ig G (+)
Infeksi menuju sembuh
Biasanya hari ke 21-28.

Jika 
pcr (-)
Ig M (-) 
Ig G (+) 
Berarti infeksi lebih dr 1 bln dan menjadi sembuh 
Tdk menular.
Biasanya stl 1 bln terinfeksi.

Semoga bermanfaat.

(dari berbagai sumber)



Sinergitas Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Covid-19

Parwitobiotech.com (18/04) Berdasarkan Surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Daerah yang merupakan acuan atau pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan pandemic COVID-19 pada hari ini (Sabt, 18 April 2020) bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, Pemerintah Provinsi mengundang seluruh Rektor, Ketua dan Direktur seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se provinsi Bengkulu untuk bersama-sama bersinergi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

Pembukaan Coffe Morning di Balai Raya Semarak Bengkulu
Baca Juga Berita Ini : Cegah Covid-19 

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk bersama-sama  dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Sinergitas antara pemerintah dan Perguruan tinggi adalah suatu yang tidak bisa ditawar lagi demi memutuskan rantai penyebaran wabah virus corona, Tegasnya.

Gubernur juga penyampaikan bahwa kita memiliki visi dan misi yang sama dalam penangulangan dan pencegahan Covid-19 ini, lebih lanjut Rohidin menyampaikan  fungsi perguruan tinggi sangat strategis dalam rangka mengedukasi masyarakat secara umum dan secara khusus mahasiswa untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ini. Point terpenting adalah  sejak 30 maret 2020  Bengkulu sudah berstatus darurat, sehingga perlu adanya kebijakan rektor untuk biaya kuliah mahasiswa, banyak yang curhat dengan saya, bagaimana kebijakan para rektor”Jelas Rohidin.

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Provinsi Bengkulu

Masalah kebijakan yang dapat diambil oleh Perguruan tinggi terkait permintaan mahasiswa yang telah disampaikan gubernur tadi ditanggapi beragam oleh peserta. Yulfiperius yang merupakan Rektor UNIHAZ dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia wilayah II C Bengkulu yang hadir memberikan tanggapan terkait permintaan Gubernur Bengkulu tersebut.


“Kalau di Perguruan Tinggi Swasta, kami selama ini sudah memberikan keringanan untuk biaya kuliah dengan cara dicicil, namun untuk pemotongan saat ini mungkin belum dapat kami lakukan, karena kita tahu semua bahwa sumber keuangan terbesar universitas adalah uang kuliah mahasiswa, dan kami juga minta kepada gubernur untuk dapat mengambil kebijakan terkait biaya listrik saat ini. ” jelas Yulfiperius.



Suasana diruang Balai Raya Semarak Bengkulu
Baca Juga Berita Ini : Rapid Test dan Swab Test pada Covid-19

Kegiatan Coffe Morning ini diakhiri dengan memberikan kesimpulan oleh Gubernur Bengkulu diantaranya akan melakukan penyusunan struktur APBD Bengkulu untuk Perguruan Tinggi, Pembebasan biaya praktikum mahasiswa ke lembaga /badan milik pemerintah, Untuk Perguruan Tinggi Negeri akan mengikuti anjuran Pemerintah dan kebijakan pemerintah, dan untuk Perguruan tinggi swasta seutuhnya keputusan dan kebijakan deserahkan sepenuhnya llepada Yayasan atas dasar tanggung jawab, Pungkas Rohidin.

Jumat, 03 April 2020

Cegah Covid-19, RT 22 Kelurahan Lingkar Timur Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Parwitobiotech.com (03/04) WHO menyatakan bahwa Covid-19 ini sebagai pandemic dunia. Virus ini pertama kali di ketahui berawal dari Kota Wuhan Cina sejak bulan Desember 2019. Kasus covid-19 didunia semakin meningkat begitu juga di Indonesia.

Persiapan Tim Terpadu RT 22 dalam pencegahan Covid-19

Penyemprotan cairan desinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan di hampir seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu dan penyemprotan dilakukan juga di RT 22 RW 07 Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.


Penyemprotan cairan desinfektan kerumah warga

Dengan Kesiap siagaan Ketua RT 22 bapak Benny Karya Priyadi, SH bersama warga dalam pencegahan virus corona ini dilakukan penyemprotan yang kedua kalinya di seluruh rumah warga di lingkungan RT 22. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, Tim Terpadu RT 22 yang di pimpin oleh Ketua RT ini keluar masuk gang di wilayah RT 22, Jumat (03/04/2020).  

Tim Terpadu RT 22

Penyemprotan di wilayah RT 22 dilakukan karena untuk pencegahan sebaran Covid-19 di wilayah Lingkar Timur khususnya RT 22. Dengan penyemprotan cairan desinfektan diharapkan warga bisa menjadi tenang dan nyaman sehingga tidak panik dengan virus ini,” jelas pak Benny (panggilan akrab warga RT 22).

Tim Melakukan penyemprotan menggunakan mobil bak terbuka


Sekertaris RT 22 bapak Ir. Erwan juga ikut dalam aksi penyemprotan mengatakan, warga boleh takut tetapi jangan panik dalam menghadapi virus ini. Penyemprotan sudah dilakukan dua kali di rumah-rumah warga imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, penyemprotan disinfektan hanya untuk mencegah penyebaran virus dari luar.  “Untuk itulah masyarakat tetap menjaga kesehatan dan pola hidup sehat dengan selalu cuci tangan,” pungkasnya.

Penyemprotan dilakukan di wilayah RT 22 dan sekitarnya

Salah satu warga RT 22 yang ikut dalam tim terpadu bapak Hery Maryadi, S.Pi., M.M mengaku, senang dengan perhatian dan tindakan yang dilakukan oleh Tim terpadu Siap Tanggap RT 22 yang peduli dalam pencegahan covid-19 dengan penyemprotan cairan desinfektan.  “Meski demikian warga tetap diminta menjaga kebersihan dan pola hidup sehat agar virus tidak mudah menyerang,” pungkasnya.

Berikut dokumentasi Tim Terpadu RT 22:





Selasa, 17 Maret 2020

Rekaman Kuliah Daring FDI


Parwitobiotech.com (17/3) Kuliah daring (dalam jaringan) yang di prakarsai oleh Forum dosen Indonesia memberikan kemudahan didalam melakukan kegiatan tri darma perguruan tinggi. Ini terlihat antusias dosen untuk menggunakan fasilitas daring dari fdi ini sangat banyak, berikut rekaman kegiatan daring yang pernah dilakukan. selamat menonton...

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1563797741577

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1565143588546

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1565155151571

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1571047111267

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1584326627183

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1584326627183

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=39751ab9c15463b2b36eebc99cfa9454ac40d37c-1563797741577

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=7e9f3bd12f0cc05781655c05e512ab9affad2768-1582853384158

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=7e9f3bd12f0cc05781655c05e512ab9affad2768-1579349757546

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=e780080a7940c0b69c07e4fca0af8720fe385b6a-1574254538487

https://live.vcon.co.id/playback/presentation/2.0/playback.html?meetingId=7e9f3bd12f0cc05781655c05e512ab9affad2768-1570426854744



Dewan Pengurus Pusat Forum Dosen Indonesia (FDI) dalam Menyikapi Perkembangan Pandemi Covid-19


Parwitobiotech.com (17/3) Pada hari ini Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Dosen Indonesia (FDI) mengeluarkan pengumuman bagi Pengurus DPD dan Anggota FDI se-Indonesia. Menyikapi perkembangan pandemi Covid-19, perguruan tinggi mulai mengeluarkan kebijakan pengurangan perkuliahan tatap muka di kampus. Dosen diarahkan untuk melakukan perkuliahan dengan memberikan tugas kepada mahasiswa atau melakukan perkuliahan secara online. Sebagai bentuk kontribusi terhadap kondisi yang ada, Forum Dosen Indonesia (FDI) menyediakan fasilitas kuliah daring/online berupa video conference yang dapat diakses oleh anggota. 


Untuk panduan teknis dan penjadwalan akan dilakukan per daerah oleh pengurus di daerah masing-masing. Bagi anggota FDI yang tertarik untuk menggunakan fasilitas tersebut dapat menghubungi kontak sebagai berikut:

1. Aceh: Dr. Wahyuddin Albra  
2. Sumut: Dr. Mulyadi  
3. Jambi: Dr. Abdul Malik  
4. Riau: Roki Hardianto  
5. Kepri: Prof. Chablullah Wibisono  
6. Sumsel: Dr. Desy   
7. Bengkulu: Parwito, S.P., M.P  
8. Jakarta: Dr. Khamami Zada  
9. Banten: Dr. Umi Kultsum  
10. Jabar: Rinda Cahyana  
11. Jateng: Sarono Widodo  
12. Yogya: Prof. Djoko  
13. Jatim: Dr. Nurida Finahari, MT.  
14. NTB: Dodo Kurniawan  
15. Papua Barat: Dr. Ismail  
16. Sulsel: Dr. Marhamah  
17. Sulbar:  Irfan AP, S.T., M.MT  
18. Sulteng: Dr. Mochtar  
19. Maluku:  Dr. Sientya Latumahina, S.Hut, MP, IPP  
20. Lampung: Prof. Tulus Suryanto, SE, Akt  
21. Kalsel: Lena Hanifah 
22. Sumbar: Dr. Rozi Fitriza  
23. Room DPP: Diandara  
24. Maluku Utara: Dr. Ricardo  

Untuk rekan-rekan dosen lainnya, silahkan mendaftar untuk menjadi anggota FDI terlebih dahulu melalui kontak DPD masing-masing wilayah. Untuk daerah yang tidak memiliki DPD dapat mendaftar pada room DPP.


Berikut Surat resmi yang di keluarkan DPP FDI 



Minggu, 01 Maret 2020

Syarat Usulan JJA Tahun 2020

Parwitobiotech.com (1/3) Informasi yang didapatkan di laman LLDIKTI wilayah II  menyebutkan beberapa hal yang baru di syarat usulan JJA tahun 2020. Berikut data yang dapat di pakai untuk menyusun berkas JJA di lingkup LLDIKTI wilayah II:


  1. Form Daftar Penelitian 2020
  2. Form DUPAK dan Surat pernyataan
  3. Form Hasil Penilaian tim PAK 2020
  4. PO PAK 2019
  5. Surat usulan BAP validasi pernyataan peer review
  6. Surat Edaran


Berikut surat edaran dari LLDIKTI untuk pimpinan PT diambil dari laman lldikti wilayah II:

Dalam rangka meningkatkan tertib administrasi dan pelayanan pengusulan Jabatan Akademik Dosen di lingkungan Lembaga Layanan pendidikan  Tinggi wilayah II, dengan hormat kami sampaikan  sebagai berikut:
  1. Merujuk pada Surat Edaran Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Nomor 186418412015 tanggal 01 oktober 2015 hal Edaran Penilaian Angka Kredit Dosen, Karya Ilmiah yang diterbitkan pada jurnal dan prosiding hasil seminar, yang diusulkan untuk kenaikan jabatan akademik dosen harus dapat ditelusuri secara online. Karya Ilmiah yang diterbitkan pada jurnal sebelum tanggal 30 Desember 2011 wajib diunggah di repositorl perguruan tinggi dan yang terbit sesudah tanggal30 Desember 2071 harus dimuat dalam laman jurnal. Sedangkan untuk prosiding hasil seminat hanya dalam bentuk hardcopylCD yang diterbitkan sampai dengan 30 Desemb er 2015 wajib diunggah di repository perguruan tinggi dan yang terbit sesudah tanggal tersebut wajib dimuat pada laman penyelenggara seminar/konferensi atau-pad,alaman penyelia elektronik prosiding. 
  2. Merujuk pada Surat Edaran Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Nomor Bl49l7/D'D2/KK.01.00/2019 tanggal l6 oktober 2019 hal Pedoman Operasional Tentang penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik/Pangkat Dosen, usulan kenaikan qabatan Akademik/Pangkat dosen menggunakan ketentuan sesuai Pedoman operasional Tentang penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik/pangkat Dosen Tahun 2019.
  3. Pengusulan Jabatan Akademik Dosen harus secara kolektif melalui pimpinan PTS dengan dilengkapi Surat Pengantar dari Pimpinan PTS setelah direview oleh Tim penilai Angka Kredit perguruan tinggi;
  4. Checklist Dokumen Persyaratan usulan Jabatan Akademik Dosen dan Form terlampir; 
  5. Mengingatkan kembali Surat Kepala LLDIKTI wilayah II Nomor 3035lL2lpTl2olg tanggal 27 Desember 2019 hal Pemberitahuan Pedoman PAK Kenaikan JabatanAkademik/pangkat Dosen, hal-hal yang disampaikan adalah untuk usulan kenaikan jabatanlpangkat Lektor Kepala/profesor.
  6. Dalam rangka efektifitas dan kemudahan koordinasi untuk pengusulan Jabatan Akademik Dosen, kami mohon Saudara untuk menugaskan 2 (dua) orang sebagai Penanggungfawab dan Pengelola usulan Jabatan Akademik Dosen di Perguruan Tinggi Saudara dengan mengisi borang pengisian data melalui alamat url : https:/forms.gle/6BBX6jQtGgCs1fuX6
Surat Penugasan dikirimkan dengan surat pengantar dari Pimpinan Perguruan Tinggi kepada :

Kepala Lembaga LayananPendidikan Tinggi Wilayah II
    Jl. Srijaya No 883 Km. 5,5 Palembang 30153

    Surat Penugasan tersebut dikirimkan juga ke alamat email : sumberdaya.lldikti2@ristekdikti.go.id dengan subject email : Surat penugasan JAD (Nama PTS) melalui alamat email resmi perguruan tinggi.
      Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.



      SERTIFIKASI DOSEN (SERDOS) ELIGIBLE

      Parwitobiotech.com (1/3). Informasi pembukaan sertifikasi dosen untuk tahun 2020 bisa di cek dilaman Serdos Dikti dan bisa juga langsung ke sini http://serdos.dikti.go.id/


      Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan data dosen tidak muncul untuk pengusulan serdos pada daftar di bawah ini, antara lain:
      1. Berdasarkan data dosen yang ada di PDPT, ybs belum memenuhi syarat untuk mengikuti Serdos.
      2. Tidak ditemukannya file SK Pangkat/Inpassing di PDPT. File-file dosen dapat dilihat melalui menu daftar dosen (pada detail dosen, tab File Dosen).
      3. Ybs. sudah tercatat mengikuti serdos tahun sebelumnya.
      4. Ybs. sudah tercatat dalam daftar Riwayat Sertifikasi. dapat dilihat melalui menu daftar dosen (pada detail dosen, tab Riwayat Sertifikasi).
      Diharapkan operator PDPT melakukan update data dosen melalui menu perubahan data dosen (PDD) apabila memang diperlukan. Dalam kasus hanya kurang file SK Pangkat/Inpassing saja, lakukan langkah sbb:
      1. Ajukan PDD dengan menekan tombol Ajukan pada Tab Data Akademik tanpa melakukan update data. Mungkin hal ini tidak selalu langsung berhasil, karena terkadang ada data dosen yang kurang lengkap (dan harus sekaligus dilengkapi), misal Nomor KTP kosong.
      2. Upload file pendukung berupa SK pangkat/inpassing (hanya satu kali). Apabila ada data yang diubah, lampirkan pula pendukungnya.
      3. Lakukan proses selanjutnya seperti biasa.
      4. Perubahan data dosen bisa dilakukan oleh dosen yang bersangkutan melalui SISTER
      Berikut alasan tidak masuk ke D 1 (Eligible)


      1 Status Perguruan Tinggi aktif ?
      2 Perguruan Tinggi tidak dalam status Blacklist ?
      3 St Memiliki ikatan kerja sebagai dosen tetap ?
      4 Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) ?
      5 Tercatat sebagai dosen aktif tugas belajar atau ijin belajar ?
      6 Memiliki homebase pada Program Studi ?
      7 Tanggal lahir terisi ?
      8 Tanggal mulai masuk dosen (TMMD) terisi ?
      9 Kewajaran usia dan TMMD ?
      10 Masa bakti sebagai dosen minimal 2 tahun ?
      11 Belum pernah tersertifikasi ?
      12 File SK Pangkat/Inpasing ada dalam folder file dosen

      Sabtu, 29 Februari 2020

      Kebijakan Penelitian dan PKM di Perguruan Tinggi Mendukung SDM Unggul dan Berdaya Saing


      Parwitobiotech.com (27/2) info WAG: berikut Materi Arahan dari Prof. Ocky Karna Radjasa pada hari Kamis Tanggal 27 Februari 2020, di Century Park Hotel tentang Kebijakan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi Mendukung SDM Unggul dan Berdaya Saing Meliputi :

      1. Pada Global competitiveness rankings of Asia-Pacific countries/regions pada tahun 2019 Indonesia turun ranking menjadi ranking 50 yang awalnya pada tahun 2018 mendapat ranking 45, sedangkan pada international intellectual property index (Southeast Asian Countries) Indoensia menempati ranking ke 44.

      2. Pembagian Tugas dan Fungsi Kemendikbud dan kemristek/BRIN yaitu Kemendikbud : Pembelajaran dan kemahasiswaan, sedangkan Kemristek/BRIN : Riset dan Pengabdian.

      3. ada 3 Prioritas Reformasi Regulasi : a) usulan Honor 30% dikembalikan dalam komponen dana riset, b) Peningkatan status Peraturan Dirjen, Perbendaharaan 7/2019 menjadi PMK, c) Pengabdian dipisahkan dari riset dan menjadi Direktorat PM

      4. Peran Inovasi : a) Mensejahterakan masyarakat melalui TTG, b) memberikan nilai tambah, c) Substitusi produk impor / TKDN

      5. Pendanaan penelitian berdasarkan klaster : a) Mandiri 15 – 30Miliar, b) Utama 7,5 – 15 Miliar, c) Madya 2,5 – 7,5 Miliar, d) Binaan <2,5 Miliar, setelah di cek ternyata tidak ada perguruan tinggi yang bisa menyerap dana hibah.

      6. Orientasi Riset dan Pengembangan dibagi menjadi 3 yaitu a) Dasar : Universitas dan Institusi, b) Terapan : kerjasama riset dan pengembangan, c) Pengembangan : Industri

      7. Skema penelitian : a) Kategori penelitian kompetitif : Penelitian dasar, terapan, pengembangan, kerjasama antar perguruan tinggi, penelitian pascasarjana, b) Kategori penelitian desentralisasi : skema penelitian dasar, terapan, dan pengembangan unggulan perguruan tinggi

      8. Komponen penilaian proposal meliputi : a) Kualitas dan kuantitas publikasi artikel di jurnal ilmiah, b) Substansi usulan, c) Kewajaran RAB Usulan

      9. Strategi peningkatan kualitas proposal menuju sukses pendanaan penelitian : a) Mengikuti ketentuan dalam Panduan, b) memahami sistem yang digunakan, c) Memahami sistem penilaian, d) Tertib dan disiplin melaksanakan penelitian setelah mendapatkan pendanaan.

      10. Manajemen Penelitian meliputi : Pengumuman, Pengusulan, Penyeleksian, Penetapan, Pelaksanaan, Monev, Pelaporan, Penilaian Luaran

      11. Skema Pengabdian Masyarakat : a) Kategori kompetitif nasional : PKM, PKMS, KKN-PPM, PPK, PPPUD, PPUPIK, PPDM, PKW, b) Kategori Desentralisasi : Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi, c) Kategori Penugasan : Program Penerpaan Ipteks kepada masyarakat (PPIM).

      12. Fokus Riset PRN Tahun 2020-2024 yaitu : a) Pangan, b) Energi, c) Kesehatan, d) Transportasi, e) Produk Rekayasa Keteknikan, f) Pertahanan dan Keamanan, g) Kemaritiman, h) Sosial Hum, Seni, i) Multidisiplin dan lintas sektor.

      Trm kasih atas perhatian Bpk/Ibu🙏🙏
      Semangat meneliti💪💪

      Tingkatkan Publikasi dan Penerbitan, STIKES TMS Bengkulu Kolaborasi Dengan PDm Bengkulu

      Parwitobiotech.com (29/2) Bertempat di Ruang Rapat STIKES TMS Bengkulu, Direktur STIKES TMS Bengkulu Drs. H. S. Effendi, M.S menerima Tim Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu (PDm Bengkulu) untuk mempersentasikan MoU terkait Publikasi dan Penerbitan. Ketua PDm Bengkulu Karona Cahya Susena, S.E., M.M. hadir beserta Wakil Ketua Parwito, S.P., M.P. dan Sekretaris Eko Sumartono, S.P., M.Sc. mempresentasikan point-point Mou yang akan di sepakati.

      Rapat bersama Pimpinan STIKES TMS dengan Tim PDm Bengkulu



      Karona menyampaikan perubahan akreditasi untuk Perguruan tinggi maupun program studi harus disiapkan bahwa Publikasi Ilmiah, Sitasi, Pkm, HKI dan Buku yang di buat oleh mahasiswa secara mandiri maupun bersama Dosen Tetap Program Studi menjadi Luaran terpenting dalam akreditasi 4.0.

      Ketua PDm Bengkulu Karona Cahya Susena, S.E., M.M dalam Penyampaian isi MoU

      Pembenahan dan antisipasi yang cepat yang dilakukan oleh STIKES TMS Bengkulu untuk akreditasi ini di pandang bagus, kami akan membantu semaksimal mungkin untuk kemajuan Institusi di Bengkulu, langkah-langkah maju yang dilakukan dalam pembenahan institusi seperti STIKES TMS Bengkulu menjadikan peran PDm Bengkulu menjadi Nyata tutur Parwito.

      Rapat didpimpin oleh Direktur STIKES Tri Mandiri Sakti Drs. H. S. Effendi, M.S 

      Efendi, menyatakan sangat mendukung semangat dosen-dosen muda dalam membantu institusi dan kiprahnya di bengkulu. Dukungan dan suport untuk mereka. Hasil dari pertemuan ini akan di tindak lanjuti dengan penandatanganan MoU pada hari selasa depan pungkas Nuzuludin, SE (Sekretaris Yayasan). 
      Presentasi yang berjalan lancar disertai diskusi yang detail menjadi semakin menarik sehingga semua pihak memahami isi MoU. 


      Jumat, 28 Februari 2020

      Pantun Posdaya

      Baju sutera hanya punya orang kaya
      lurik dan batik punya rakyat jelata
      kita datang untuk mengenal posdaya
      agar kesejahteraan masyarakat merata


      parang tritis pantainya yogya
      pasirnya bersih anginnya semilir
      mari kita bagun posdaya
      cermati ilmunya agar kita mahir


      orang penting banyak berdasi
      tampil keren sekaligis bergaya
      agar dapat maju dalam berkreasi
      pelajari dan pahami dulu soal posdaya



      Kamis, 30 Januari 2020

      Universitas Muhammadiyah Bengkulu masuk 10 PT Binaan Penerima Dana Penelitian Terbesar

      Parwitobiotech.com (27/1) Diambil dari laman https://www.ristekbrin.go.id/ Menristek/Kepala BRIN Umumkan Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Perguruan Tinggi pendanaan tahun 2020.



      Berdasarkan informasi yang dihimpun dari hasil Siaran Pers Kemenristek/BRIN Nomor: 17/SP/HM/BKKP/I/2020 menerangkan bahwa Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro mengumumkan pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) 2020. Pendanaan yang yang berasal dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ini diberikan kepada perguruan tinggi yang sudah lolos seleksi melalui situs simlitabmas.ristekdikti.go.id.

      Menristek/Kepala BRIN mendorong perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk semakin banyak mendaftar proposal penelitian dan pengabdian masyarakat.

      “Tentunya kita berharap semakin banyaknya universitas yang terlibat dalam penelitian, kompetisi antar mereka juga semakin baik dan kompetisi yang semakin baik itulah kita harapkan perguruan tinggi secara umum juga semakin baik dan juga berkontribusi pada pembangunan nasional,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat Pengumuman Penelitian BOPTN (Simlitabmas) untuk Perguruan Tinggi Non PTNBH di Ruang Rapat Lantai 24 Gedung BPPT II, Jakarta Pusat pada Senin (27/1).



      Di akhir pengumuman pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, Menristek/Kepala BRIN juga mengapresiasi perguruan tinggi swasta (PTS) yang pada tahun ini secara keseluruhan mendapat proporsi pendanaan 55 persen atau 460 miliar Rupiah dari total pendanaan riset untuk perguruan tinggi selain PTNBH.

      Jumlah judul proposal penelitian yang didanai juga menjadi yang tertinggi, yaitu 1.218.

      “Perguruan tinggi swasta ini sudah mulai menunjukkan kiprah yang lebih aktif di dalam melakukan penelitian, jadi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan, tapi pada penelitian dan juga pengabdian masyarakat,” ungkap Menteri Bambang.

      Pendanaan Penelitian
      Kemenristek/BRIN menyediakan anggaran riset sebesar 1,3 triliun Rupiah pada 2020. Anggaran tersebut dibagi menjadi 385,3 miliar Rupiah yang dialokasikan untuk 3.142 proposal penelitian dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 474,1 miliar Rupiah untuk 9.106 proposal penelitian dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 514,3 miliar Rupiah lainnya dialokasikan untuk 3.800 proposal penelitian dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

      Proporsi pendanaan terbesar untuk penelitian bagi PTN (selain PTNBH) dan PTS diraih oleh Perguruan Tinggi Klaster Mandiri (berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Bidang Penelitian Periode 2016-2018) dengan total dana yang dialokasikan berjumlah 337,9 miliar Rupiah. Berikut adalah sepuluh Perguruan Tinggi Klaster Mandiri penerima dana penelitian terbesar:

      1. Universitas Brawijaya (18,1 miliar Rupiah untuk 133 judul penelitian)
      2. Universitas Andalas (15 miliar Rupiah untuk 164 judul penelitian)
      3. Universitas Sebelas Maret (13,5 miliar Rupiah untuk 122 judul penelitian)
      4. Universitas Bina Nusantara (12,7 miliar Rupiah untuk 78 judul penelitian)
      5. Universitas Syiah Kuala (12,6 miliar Rupiah untuk 108 judul penelitian)
      6. Universitas Negeri Jakarta (12,4 miliar Rupiah untuk 82 judul penelitian)
      7. Universitas Riau (12 miliar Rupiah untuk 106 judul penelitian)
      8. Universitas Mataram (11,6 miliar Rupiah untuk 73 judul penelitian)
      9. Universitas Negeri Semarang (11 miliar Rupiah untuk 89 judul penelitian)
      10. Universitas Negeri Yogyakarta (10,9 miliar Rupiah untuk 142 judul penelitian)

      Proporsi pendanaan terbesar kedua untuk penelitian bagi PTN (selain PTNBH) dan PTS diraih oleh Perguruan Tinggi Klaster Utama dengan total dana yang dialokasikan berjumlah 267,9 miliar Rupiah. Berikut adalah sepuluh Perguruan Tinggi Klaster Utama penerima dana penelitian terbesar:

      1. Universitas Negeri Makassar (10,5 miliar Rupiah untuk 85 judul penelitian)
      2. Institut Teknologi Nasional Malang (6,5 miliar Rupiah untuk 38 judul penelitian)
      3. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (5,7 miliar Rupiah untuk 31 judul penelitian)
      4. Universitas Pendidikan Ganesha (5,7 miliar Rupiah untuk 34 judul penelitian)
      5. Universitas Negeri Manado (5,6 miliar Rupiah untuk 33 judul penelitian)
      6. Universitas Katolik Soegijapranata (5,3 miliar Rupiah untuk 33 judul penelitian)
      7. Universitas Tadulako (5,1 miliar Rupiah untuk 35 judul penelitian)
      8. Universitas Ahmad Dahlan (5,1 miliar Rupiah untuk 57 judul penelitian)
      9. Univesitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (5,1 miliar Rupiah untuk 30 judul penelitian)
      10. Universitas PGRI Semarang (4,9 miliar Rupiah untuk 28 judul penelitian)

      Proporsi pendanaan terbesar ketiga untuk penelitian bagi PTN (selain PTNBH) dan PTS diraih oleh Perguruan Tinggi Klaster Madya dengan total dana yang dialokasikan berjumlah 158,2 miliar Rupiah. Berikut adalah sepuluh Perguruan Tinggi Klaster Madya penerima dana penelitian terbesar:

      1. Universitas Merdeka Malang (7,3 miliar Rupiah untuk 44 judul penelitian)
      2. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (5,2 miliar Rupiah untuk 30 judul penelitian)
      3. Universitas Pembangunan Panca Budi (3,5 miliar Rupiah untuk 34 judul penelitian)
      4. Universitas Bakrie (3,1 miliar Rupiah untuk 19 judul penelitian)
      5. Universitas Papua (3 miliar Rupiah untuk 15 judul penelitian)
      6. Politeknik Negeri Manado (2,7 miliar Rupiah untuk 17 judul penelitian)
      7. Universitas Prima Indonesia (2,3 miliar Rupiah untuk 76 judul penelitian)
      8. Universitas Bung Hatta (2,1 miliar Rupiah untuk 15 judul penelitian)
      9. Politeknik Negeri Lhoksumawe (1,8 miliar Rupiah untuk 10 judul penelitian)
      10. Universitas Bosowa (1,8 miliar Rupiah untuk 31 judul penelitian)

      Proporsi pendanaan penelitian bagi Perguruan Tinggi Klaster Binaan mencapai 95,3 miliar Rupiah. Berikut adalah sepuluh Perguruan Tinggi Klaster Binaan penerima dana penelitian terbesar:

      1. Universitas Fajar (1,1 miliar Rupiah untuk 25 judul penelitian)
      2. Universitas Iqra Buru (1 miliar Rupiah untuk 42 judul penelitian)
      3. Universitas Megarezky (1 miliar Rupiah untuk 44 judul penelitian)
      4. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (972 juta Rupiah untuk 31 judul penelitian)
      5. Universitas Perjuangan Tasikmalaya (952 juta Rupiah untuk 21 judul penelitian)
      6. Universitas Ichsan Gorontalo (947 juta Rupiah untuk 38 judul penelitian)
      7. Universitas Teknologi Yogyakarta (934 juta Rupiah untuk 38 judul penelitian)
      8. Universitas Al Asyariah Mandar (926 juta Rupiah untuk 30 judul penelitian)
      9. STKIP Bina Bangsa Meulaboh (877 juta Rupiah untuk 9 judul penelitian)
      10. Universitas Muhammadiyah Bengkulu (723 juta Rupiah untuk 23 judul penelitian)

      Pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
      Untuk tahun 2020, Kemenristek/BRIN mengalokasikan pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah total 89,7 miliar Rupiah. Berikut adalah lima belas perguruan tinggi dengan proposal terbanyak untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kemenristek/BRIN:

      1. Universitas Bosowa (29 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 3,4 miliar Rupiah)
      2. Universitas Tadulako (22 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 2,1 miliar Rupiah)
      3. Universitas Negeri Makassar (21 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,3 miliar Rupiah)
      4. Universitas Udayana (20 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 2,5 miliar Rupiah)
      5. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (16 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,8 miliar Rupiah)
      6. Universitas Pendidikan Ganesha (16 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,5 miliar Rupiah)
      7. Universitas Halu Oleo (15 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,2 miliar Rupiah)
      8. Universitas Brawijaya (12 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,3 miliar Rupiah)
      9. Universitas Jember (12 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 843,2 juta Rupiah)
      10. Universitas Muhammadiyah Magelang (12 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1 miliar Rupiah)
      11. Universitas Negeri Medan (12 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 805,3 juta Rupiah)
      12. Universitas Surabaya (12 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1,6 miliar Rupiah)
      13. Politeknik Negeri Jember (11 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 1 miliar Rupiah)
      14. Universitas Fajar (11 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 607 juta Rupiah)
      15. Universitas Lampung (11 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai 838,3 juta Rupiah)

      Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Sekretaris Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Prakoso, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ocky Karna Radjasa serta para undangan dari kalangan media dan Kemenristek/BRIN.

      Deputi Bidang Pengembangan Riset dan Pengembangan
      serta
      Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN