Ada apa dengan Penelitian Ristekdikti Tahun 2017?

Sosialisasi Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Direktur DRPM Kemenristekdikti, dan Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si Peneliti ahli Kemenristek.

APA SAJA ISI BUKU PANDUAN HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN EDISI XI

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mereformulasi pendanaan penelitian khususnya untuk dosen atau peneliti di perguruan tinggi menjadi dua skema.

GUBERNUR BENGKULU LANTIK KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 KETAHUN

PARWITOBIOTECH.COM (3/3) Kabar gembira bagi SMA/SMK seprovinsi Bengkulu pada hari ini seluruh kepala sekolahnya dilantik oleh Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu Dr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H. di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI

Paparan oleh RISET YANG BERORIENTASI INVENSI DAN INOVASI Prof. Moh. Nasir Kemenristekdikti Jakarta, 1 Maret 2017.

Workshop Peningkatan Sumber Daya Peneliti dan Pengabdi PT

Silahkan ikut Workshop dan Klinikal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di IBI Darmajaya Bandar Lampung tanggal 6-7 Maret 2017

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kemdikbud Keluarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2020


Parwitobiotech.com (18/08)Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2020 pada (17/8). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menjelaskan bahwa klasterisasi merupakan upaya Ditjen Dikti untuk melakukan pemetaan atas kinerja perguruan tinggi akademik Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalah maknai sebagai pemeringkatan,” jelas Nizam mengawali paparannya.

Nizam menjelaskan bahwa tujuan utama klasterisasi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Selain itu, klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut Nizam menjelaskan pada tahun 2020 ini, berbagai informasi terkait kinerja perguruan tinggi Indonesia kembali diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama antara lain mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome). Akan tetapi, indikator-indikator yang mencerminkan masing-masing komponen utama tersebut terdapat beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.

Pada klasterisasi tahun 2020 ini, indikator yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada aspek input antara lain persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan.

Pada aspek proses terdapat 9 indikator yang digunakan antara lain Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama perguruan tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI, Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by subject, Jumlah Program Studi melaksanakan program merdeka belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar.

Pada aspek output, terdapat empat indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang telah memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi International. Sementara pada aspek outcome, terdapat lima indikator yang digunakan antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah patent per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

Klasterisasi perguruan tinggi yang disusun dan dibangun dalam kerangka perbaikan berkelanjutan baik untuk masing-masing data kinerja perguruan tinggi maupun kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan. Sesuai dengan hal tersebut, sumber data klasterisasi menggunakan data-data yang sahih dan siap guna dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Data yang langsung dapat digunakan, yaitu data yang dilaporkan secara rutin oleh perguruan tinggi ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).
  2. Data hasil penilaian kinerja perguruan tinggi yang telah dilaksanakan oleh unit kerja di lingkungan Ditjen Dikti akan tetapi belum tersajikan di dalam PD Dikti.
  3. Data yang belum tercakup dalam PD Dikti, tetapi dikumpulkan secara terstruktur oleh unit kerja dan sangat relevan dengan klasterisasi.
  4. Data dari luar PD Dikti yang relatif telah mapan dan siap digunakan untuk mengukur kinerja perguruan tinggi.

Pemberian nilai (skor) klasterisasi berdasarkan capaian perguruan tinggi terhadap setiap indikator pada masing-masing aspek. Setiap indicator memiliki bobot terhadap nilai kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan dapat dijadikan sebagai alat pengendali kebijakan pengembangan pendidikan tinggi. Bobot indikator ditentukan dengan mempertimbangkan 3 hal, yaitu: a. Kepentingan: pengaruh indikator dalam membentuk perguruan tinggi yang berkualitas; b. Validitas pengukuran: kesahihan pengukuran yang dilakukan, termasuk di dalamnya kualitas data dan kemudahan dalam melakukan verifikasi; dan c. Komparabilitas: apakah indikator tersebut memang berlaku untuk seluruh jenis, status, kategori perguruan tinggi.

Dari hasil analisis terhadap data-data dari 2.136 perguruan tinggi yang tersedia maka diperoleh hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 yang terdiri dari 5 (lima) klaster perguruan tinggi dengan komposisi klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi, klaster 2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 400 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

Pada klaterisasi ini menrurut Nizam tidak ada dikotomi antara PTN maupun PTS. “Tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam hal penilaian. Kuncinya tetap berada pada leadership dan sinergi. Selama rektor perguruan tinggi bisa membangun sinergi, maka hal itu merupakan kekuatan perguruan tinggi untuk mewujudkan visi dan misinya dalam membawa seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitasnya,” ujar Nizam.

Nizam juga berpesan agar perguruan tinggi dapat terus meningkatkan kualitasnya. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh merasa cepat puas dengan pencapaian hari ini, maka dari itu Ia bertekad untuk memberikan dorongan bagi perguruan tinggi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Perguruan tinggi yang sudah maju akan kami dorong untuk berlari lebih kencang, bagi yang masih berada di bawah maka akan kami berikan pembinaan khusus. Selain itu, prinsip saling membantu juga perlu ditekankan agar perguruan tinggi yang sudah di atas bisa turut membantu pembinaan dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang berada di bawahnya,” tutur Dirjen Dikti tersebut.

Pada akhir paparannya, Nizam berharap bahwa hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan melaui kerja cerdas, kerja semangat dan kerja sama antar perguruan tinggi. Selain itu Nizam berharap perguruan tinggi dapat secara tertib dan rutin melakukan pemutakhiran data maupun melaporkan perkembangan capaian output melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Kelembagaan, Ridwan, mengungkapkan bahwa klasterisasi perguruan tinggi tahun ini menjadi hal yang menggembirakan. Pasalnya tahun ini terdapat tambahan dua perguruan tinggi yang menempati klaster 1. “Tahun ini ada tambahan 2 perguruan tinggi yang menempati klaster 1. Pada 2019 lalu hanya ada 13 perguruan tinggi yang masuk klaster 1, tahun ini bermabah menjadi 15 perguruan tinggi. Hal ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitasnya. Nanti kita akan dorong perguruan tinggi klaster 1 ini untuk bersaing di internasional,” ujar Ridwan.

Informasi lebih detail mengenai hasil klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 dapat diperoleh secara daring melalui laman http://klasterisasi-pt.kemdikbud.go.id/

Sumber : Kemdikbud 2020

HASIL-KLASTERISASI-PT-2020-FINAL Klik disini 

surat_ke_PTS_-_klasterisasi_2020 Klik disini 

Selasa, 07 Juli 2020

Persyaratan WAJIB Penumpang pada Perjalanan Udara


Parwitobiotech.com J A K A R T A – (27/6).  Diiterbitkan dan diedarkannya Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang mengatur kembali syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon penumpang bila akan melakukan bepergian dengan menggunakan pesawat udara, dimana lebih sederhana. Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru, mengenai persyaratan wajib penumpang pada perjalanan udara Lion Air Group. Menurut surat edaran dimaksud, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti Rapid Test, PCR Test dan atau surat keterangan kesehatan. Oleh karena itu, bagi calon penumpang Lion Air Group yang bepergian di dalam negeri (domestic) agar memperhatikan hal-hal berikut: 
  1. Jika uji kesehatan yang digunakan Rapid Test Covid-19, dengan hasil non-reaktif maka masa berlaku adalah 14 hari, atau 
  2. Jika uji kesehatan yang digunakan Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Covid-19, dengan hasil negatif maka masa berlaku ialah 14 hari, atau 
  3. Apabila kedua metode tes di atas tidak tersedia di daerah asal, maka calon penumpang harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit/ Puskesmas

Calon penumpang Lion Air Group harus mencermati masa berlaku dari dokumen kesehatan yang digunakan. Selain itu, agar memperhatikan dan memenuhi ketentuan-ketentuan perjalanan udara sebagaimana yang diatur oleh daerah/ wilayah/ kota tertentu. Untuk penerbangan internasional (keberangkatan dari luar negeri ke Indonesia) wajib menggunakan uji kesehatan RT-PCR dengan hasil negatif.
Pelaksanaan penerbangan Lion Air Group tetap menjalankan menurut protokol kesehatan, dengan harapan agar setiap operasional memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan (safety first) dan dalam upaya tidak menyebabkan penyebaran Covid-19. Lion Air Group mewajibkan bagi calon penumpang agar mematuhi ketentuan penerbangan Lion Air Group, yakni: 
  1. Tiba lebih awal di terminal keberangkatan yakni empat jam sebelum keberangkatan. Penerbangan Lion Air Group domestik tetap di Terminal 2E dan internasional di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Untuk bandar udara lainnya yang beroperasi tetap di terminal yang sama. 
  2. Menunjukkan kartu identitas diri yang sah (KTP atau tanda pengenal lainnya), 
  3. Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara, 
  4. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman (hand sanitizer), 
  5. Mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) selama di terminal bandar udara, 
  6. Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat, 
  7. Mengikuti petunjuk awak pesawat, 
  8. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses (download) melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac .
Baca Berita ini juga : Menyikapi Perkembangan Pandemi Covid-19 

Kepada calon penumpang dapat membeli tiket (issued ticket), di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, laman resmi Lion Air Group www.lionair.co.id ; www.batikair.com , aplikasi perangkat smartphone (mobile apps) Lion Air dan Batik Air (pembelian tiket Wings Air juga bisa melalui website dan aplikasi tersebut), call center 021-6379 8000 dan 0804-177-8899, mitra agen perjalanan (tour travel) dan online travel agent (OTA). Operasional penerbangan Lion Air Group juga berdasar pada aturan yang telah diterbitkan sebelumnya, yaitu: Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara No 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyararkat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sumber : Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro. 

Minggu, 28 Juni 2020

Berbagi Sesama "Canthelan" Kagama Bengkulu Diresmikan



Parwitobiotech.com (28/06)KAGAMA Canthelan merupakan salah satu program unik yang dilangsungkan oleh KAGAMA care. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi dengan menggantungkan sembako atau kebutuhan sehari-hari di tempat yang telah ditentukan. 



Peresmian program Kagama Bengkulu Canthelan oleh Gubernur Bengkulu Dr Rohidin Mersyah 
(Ketua Umum Kagama Bengkulu)
Bersinergi saling membantu antar sesama dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, Kagama  (Keluarga Alumni Gadjah Mada) Bengkulu mengadakan peresmian Canthelan. Di buka secara resmi oleh Ketua Umum Pengda Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah (Gubernur Bengkulu) di RT. 01 Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Dalam sambutanya Masyarakat juga diminta berpartisipasi dalam rangka meringankan beban masyarakat serta ingin mengajak masyarakat yang berkeinginan membantu sesama dan berbagi melalui program canthelan.

Secara simbolis Dr. Rohidin Mersyah Mencantelkan sembako 

"Masyarakat silakan ambil tetapi cukup 1 keluarga 1 saja, agar juga merata bagi yang lain, jadi selalu saja berfikir Kagama memberi sesuai dengan kemampuan yang kita punyai, masyarakat juga peduli, jangan  diambil lebih dari satu, fikirkan keluarga yang lain," minta Gubernur Rohidin.
Sambutan Ketua RT 01 Kelurahan Berkas bapak Henri Prasetyo

Sebagai tahap awal, Kagama peduli membuat "canthelan" sembako di RT 01 Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Selain berisi bahan pangan pokok, gantungan bersama itu juga diisi dengan makanan siap saji, sayur mayur. Meskipun tidak banyak yang penting bisa untuk cukup untuk kebutuhan sehari.

Melihat secara langsung kebun binaan Kagama Bengkulu
Kegiatan dilanjutkan ke kebun binaan Kagama Bengkulu serta sebagai kebun percobaan Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu  yang dimiliki oleh Eko Sumartono (alumni FP UGM) yang sekaligus pengurus perkumpulan dosen muda bengkulu. Kebun edukasi buah dan sayuran ini sebagai contoh dedikasi alumni untuk ketahanan pangan keluarga di masa pandemi covid 19. Semoga kegiatan perkebunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat umum tegas mas Eko.

Penancapan Papan Nama Kebun Binaan Kagama Bengkulu
Pada kesempatan yang sama Ketua umum Perhimpunan Dosen Muda Karona Cahya Susena, SE, MM saat meninjau lokasi kebun percobaan Dosen Muda Bengkulu menuturkan " semoga kebun percobaan ini dapat memberikan manfaat halayak dan sebagai tempat edukasi dalam budidaya pertanian terutama sayur dan buah-buahan.

Berikut dokumentasi kegiatan di kebun percobaan Dosen Muda Bengkulu merupakan Binaan Kagama Bengkulu.













Sabtu, 27 Juni 2020

UNDANGAN LAUNCHING CANTHELAN KAGAMA BENGKULU



Parwitobiotech.com (27/06) Pemberitahuan langsung dari Ketua Umum Pengda Kagama Bengkulu melalui WAG Kagama Bengkulu bahwa keluarga besar KAGAMA Bengkulu diharapkan kehadirannya pada :

Hari, tgl : Minggu, 28 Juni 2020.
Jam       : 7.30 sd selesai
Tempt    : Gedung Daerah Balai Raya Semarak
Acara     : Coffe Morning/Sarapan Pagi..Lanjut Spedaaan ke Lokasi Lounching Chantelan di Pantai Berkas Belakang Marola.
Trm ksh atas kehadirannya.

Ttd. Pengda Kagama Bengkulu
Dr. drh. H. ROHIDIN MERSYAH, MMA.

Jadwal Acara Rangkaian Kegiatan Launching Canthelan Kagama Bengkulu*
1. Pukul 07.30 WIB
Coffee Morning/Sarapan Pagi Bersama Keluarga Besar Kagama
Tempat : Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu
Pakaian : Olahraga

2. Pukul 08.30 WIB
Gowes/Sepeda Santai Bersama
Rute : Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu menuju Kelurahan Berkas (Belakang Lapangan Samping Rumah Makan Kerapu/Marola)
Pakaian : Olahraga

3. Pukul 08.45 WIB
Launching Canthelan (Berbagi Canthelan) Kagama Bengkulu
Tempat : Kelurahan Berkas (Belakang Lapangan Samping Rumah Makan Kerapu/Marola)
Pakaian : Olahraga

4. Pukul 09.30 WIB
Peninjauan Kebun Alumni UGM Binaan Kagama Bengkulu
Tempat : Kelurahan Berkas
Pakaian : Olahraga

Kebun Alumni Kagama yang akan di kunjungi

Lokasi canthelan di kelurahan Berkas

Lokasi Kebun Alumni UGM yang akan di kunjungi

Perhimpunan Fitopatologi Indonesia Komda Bengkulu Sukses Gelar Seminar Nasional Virtual

Serius dan kompak antara Ketua Pelaksana, Host dan Moderator
Parwitobiotech.com (24/6) Untuk mengendalikan hama penyakit tanaman, petani pada umumnya lebih suka mengaplikasikan pestisida karena dianggap sangat efektif dan praktis dan cepat dalam membunuh patogen dan hama. Hal tersebut menimbulkan dampak negatif diantaranya adalah resistensi hama dan penyakit tanaman terhadap pestisida. Akibat dari penggunaan pestisida secara berlebihan juga berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah memutuskan untuk menerapkan tehnik Pengendalian Hama Terpadu dengan Inpres No 3 Tahun 1998. Konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekosistem, stabilitas, dan kesinambungan produksi sesuai dengan tuntutan praktek pertanian yang baik. PHT juga merupakan sistem pengendalian hama yang mempertimbangkan aspek dinamika populasi dan lingkungan suatu jenis hama dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai untuk menjaga agar populasi hama selalu di bawah ambang ekonomi. 


Masalah kerusakan tanaman akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) telah menjadi perhatian manusia sejak awal kegiatan budidaya tanaman. Pengendalian OPT merupakan faktor terpenting untuk mendapatkan produksi pertanian yang optimal. Oleh karena itu upaya manusia untuk mengendalikan OPT merupakan salah satu bagian terpenting dalam kegiatan budidaya tanaman.

Sistem PHT yang baik akan mempengaruhi lingkungan tetap dalam kondisi sehat dan pertanian yang berkelanjutan. Penggunaan pestisida sebagai pembasmi hama maupun penyakit tanaman harus memperhatikan kondisi hama di lapangan. Pengendalian hama dilakukan jika telah mencapai batas ambang ekonomi. Dalam konsep PHT, pemakaian pestisida merupakan alternatif terakhir. Untuk mendapatkan masukan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan menuju pertanian berkelanjutan. Seminar yang dilaksanakan pada hari selasa dan Rabu tanggal 23-24 Juni 2020 ini mengambil tema “Tren Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Ramah Lingkungan Menuju Pertanian Berkelanjutan” yang dibuka secara resmi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ibu Dr. Ir. Dwi Wahyuni Ganefianti, M.S. Dalam sambutanya pihak Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Seminar Nasional yang diadakan oleh Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, Perhimpunan Entomologi Indonesia Komda Bengkulu dan Jurusan Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu semoga kegiatan ini lancar dan sukses pungkasnya.


Tampilan peserta di aplikasi zoom


Seminar Nasional ini menghadirkan keynote speakers yang ahli di bidang perlindungan tanaman, berikut nama-nama keynote speaker :

(Institut Pertanian Bogor)

(Universitas Halu Oleo)

(Universitas Sriwijaya)

(Universitas Jenderal Soedirman)

Hari pertama pelaksanaan seminar di buka pemaparan materi oleh Dr. Ir. Purnama Hidayat, M.Sc menyampaikan tentang TREN GLOBAL DALAM PENGENDALIAN HAMA TANAMAN sedangkan sesi kedua di isi oleh Prof. Dr. Ir. H. Andi Khaeruni R., M.Si dengan penyampaian materi tentang PENGELOLAAN PENYAKIT  PADA TANAMAN PANGAN DI LAHAN SUB OPTIMAL ULTISOL MENGGUNAKAN  AGENS HAYATI BERBASIS RIZOBAKTERI sedangkan dihari kedua di isi oleh keynote speaker Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si dengan topik PENGENDALIAN HAYATI SERANGGA HAMA DENGAN MEMANFAATKAN  JAMUR ENTOMOPATOGEN dan sesi kedua disampaikan oleh Prof. Ir. Loekas Susanto, MS.,Ph.D dengan topik PENGENDALIAN HAYATI PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR, materi keynote speaker dapat di unduh di SINI

Panitia foto bersama setelah selesai melaksanakan tugas

Setelah penyampaian materi keynote speaker dilanjutkan dengan presentasi para pemakalah di lima  room untuk sesi seminar paralel.  Para peserta sangat antusias dan sangat ber semangat dalam mengikuti kegiatan ini. Info dari ketua pelaksana saudara Parwito, S.P., M.P menyebutkan bahwa peserta yang terdaftar kurang lebih 2800 peserta dari berbagai penjuru Nusantara sedangkan para pemakalah yang mendaftar kurang lebih 100 peserta pemakalah.


Berikut galeri kegiatan Seminar Nasional 






Bagi peserta yang belum mendapatkan Sertifikat bisa hubungi panitia di Sini 
    




Sabtu, 30 Mei 2020

Daftar Peserta Workshop Strategi Penulisan Proposal Hibah Ristek/BRIN





Parwitobiotech.com (19/5) Berikut kami sampaikan kepada bapak/ibu yang sudah mengikuti acara workshop Strategi Penulisan Proposal penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah RISTEK/BRIN bisa mendownload sertifikatnya di link berikut (klik ini)

Sabtu, 18 April 2020

RAPID TEST DAN SWAB TEST PADA COVID-19

Parwitobiotech.com (18/04). Dikutip dari laman kemenkes.go.id Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes).

Petugas Medis di laboratorium dengan tabung darah untuk analisis saat pengambilan sampel Coronavirus di bawah mikroskop 
Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien.


Kemudian Rapid Test terhadap Nakes diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien. Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.

''Metode Rapid Test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid Test ini adalah antibody nya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah,'' kata dr. Achmad.

Sementara itu dibutuhkan 6 hingga 7 hari hingga terbentuk antibody untuk kemudian bisa diidentifikasi darahnya. Kalau hasilnya positif maka diyakini pasien sedang terinveksi Corona, tetapi kalau hasilnya negatif 2 kali pemeriksaan maka bisa diyakini pasien tidak terinveksi Corona, namun sangat mungkin bisa terinveksi.

''Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,'' imbuhnya.

Diharapkan dengan dilakukannya Rapid Test dapat menjaring secara cepat keberadaan kasus positif.

Baca Berita ini juga : Cegah Covid-19   

Terkait pemeriksaan RAPID-TEST (dari berbagai sumber):

1) Rapid-test bukan diagnostik, tetapi sebagi screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karen ada keluhan klinis, resiko terpapar, dst. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan;

2) Pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab/usapan tenggorok;

3) Hasil positif (+) pada rapid-test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid-19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang RAPID-TEST (+);

4) Hasil negatif pada rapid test bukan berarti bebas Covid-19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila (-), bebas Covid-19. Bila (+) diikuti pemeriksaan RT-PCR.

5) Baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karen yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

Baca Berita ini juga : Menyikapi Perkembangan Pandemi Covid-19 

Sekedar untuk panduan :

Jika
PCR (+)
Ig M (-)
Ig G (-)
Infeksi Baru mulai.
Infeksi biasanya hari ke 1-7.

Jika
PCR (+)
Ig M (+) 
Ig G (-) 
Berarti infeksi akut
Lagi menuju puncak infeksi .
Biasa nya hari ke 7-14.

Jika
PCR (+) 
Ig M (+) 
Ig G (+) 
Infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh
Biasanya hari ke
14-21.
Makanya isolasi 2 minggu.

Jika 
Pcr (+)
Ig M (-) 
Ig G (+)
Infeksi menuju sembuh
Biasanya hari ke 21-28.

Jika 
pcr (-)
Ig M (-) 
Ig G (+) 
Berarti infeksi lebih dr 1 bln dan menjadi sembuh 
Tdk menular.
Biasanya stl 1 bln terinfeksi.

Semoga bermanfaat.

(dari berbagai sumber)



Sinergitas Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Covid-19

Parwitobiotech.com (18/04) Berdasarkan Surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Daerah yang merupakan acuan atau pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan pandemic COVID-19 pada hari ini (Sabt, 18 April 2020) bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, Pemerintah Provinsi mengundang seluruh Rektor, Ketua dan Direktur seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se provinsi Bengkulu untuk bersama-sama bersinergi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

Pembukaan Coffe Morning di Balai Raya Semarak Bengkulu
Baca Juga Berita Ini : Cegah Covid-19 

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk bersama-sama  dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Sinergitas antara pemerintah dan Perguruan tinggi adalah suatu yang tidak bisa ditawar lagi demi memutuskan rantai penyebaran wabah virus corona, Tegasnya.

Gubernur juga penyampaikan bahwa kita memiliki visi dan misi yang sama dalam penangulangan dan pencegahan Covid-19 ini, lebih lanjut Rohidin menyampaikan  fungsi perguruan tinggi sangat strategis dalam rangka mengedukasi masyarakat secara umum dan secara khusus mahasiswa untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ini. Point terpenting adalah  sejak 30 maret 2020  Bengkulu sudah berstatus darurat, sehingga perlu adanya kebijakan rektor untuk biaya kuliah mahasiswa, banyak yang curhat dengan saya, bagaimana kebijakan para rektor”Jelas Rohidin.

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Provinsi Bengkulu

Masalah kebijakan yang dapat diambil oleh Perguruan tinggi terkait permintaan mahasiswa yang telah disampaikan gubernur tadi ditanggapi beragam oleh peserta. Yulfiperius yang merupakan Rektor UNIHAZ dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia wilayah II C Bengkulu yang hadir memberikan tanggapan terkait permintaan Gubernur Bengkulu tersebut.


“Kalau di Perguruan Tinggi Swasta, kami selama ini sudah memberikan keringanan untuk biaya kuliah dengan cara dicicil, namun untuk pemotongan saat ini mungkin belum dapat kami lakukan, karena kita tahu semua bahwa sumber keuangan terbesar universitas adalah uang kuliah mahasiswa, dan kami juga minta kepada gubernur untuk dapat mengambil kebijakan terkait biaya listrik saat ini. ” jelas Yulfiperius.



Suasana diruang Balai Raya Semarak Bengkulu
Baca Juga Berita Ini : Rapid Test dan Swab Test pada Covid-19

Kegiatan Coffe Morning ini diakhiri dengan memberikan kesimpulan oleh Gubernur Bengkulu diantaranya akan melakukan penyusunan struktur APBD Bengkulu untuk Perguruan Tinggi, Pembebasan biaya praktikum mahasiswa ke lembaga /badan milik pemerintah, Untuk Perguruan Tinggi Negeri akan mengikuti anjuran Pemerintah dan kebijakan pemerintah, dan untuk Perguruan tinggi swasta seutuhnya keputusan dan kebijakan deserahkan sepenuhnya llepada Yayasan atas dasar tanggung jawab, Pungkas Rohidin.

Jumat, 03 April 2020

Cegah Covid-19, RT 22 Kelurahan Lingkar Timur Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Parwitobiotech.com (03/04) WHO menyatakan bahwa Covid-19 ini sebagai pandemic dunia. Virus ini pertama kali di ketahui berawal dari Kota Wuhan Cina sejak bulan Desember 2019. Kasus covid-19 didunia semakin meningkat begitu juga di Indonesia.

Persiapan Tim Terpadu RT 22 dalam pencegahan Covid-19

Penyemprotan cairan desinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan di hampir seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu dan penyemprotan dilakukan juga di RT 22 RW 07 Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.


Penyemprotan cairan desinfektan kerumah warga

Dengan Kesiap siagaan Ketua RT 22 bapak Benny Karya Priyadi, SH bersama warga dalam pencegahan virus corona ini dilakukan penyemprotan yang kedua kalinya di seluruh rumah warga di lingkungan RT 22. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, Tim Terpadu RT 22 yang di pimpin oleh Ketua RT ini keluar masuk gang di wilayah RT 22, Jumat (03/04/2020).  

Tim Terpadu RT 22

Penyemprotan di wilayah RT 22 dilakukan karena untuk pencegahan sebaran Covid-19 di wilayah Lingkar Timur khususnya RT 22. Dengan penyemprotan cairan desinfektan diharapkan warga bisa menjadi tenang dan nyaman sehingga tidak panik dengan virus ini,” jelas pak Benny (panggilan akrab warga RT 22).

Tim Melakukan penyemprotan menggunakan mobil bak terbuka


Sekertaris RT 22 bapak Ir. Erwan juga ikut dalam aksi penyemprotan mengatakan, warga boleh takut tetapi jangan panik dalam menghadapi virus ini. Penyemprotan sudah dilakukan dua kali di rumah-rumah warga imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, penyemprotan disinfektan hanya untuk mencegah penyebaran virus dari luar.  “Untuk itulah masyarakat tetap menjaga kesehatan dan pola hidup sehat dengan selalu cuci tangan,” pungkasnya.

Penyemprotan dilakukan di wilayah RT 22 dan sekitarnya

Salah satu warga RT 22 yang ikut dalam tim terpadu bapak Hery Maryadi, S.Pi., M.M mengaku, senang dengan perhatian dan tindakan yang dilakukan oleh Tim terpadu Siap Tanggap RT 22 yang peduli dalam pencegahan covid-19 dengan penyemprotan cairan desinfektan.  “Meski demikian warga tetap diminta menjaga kebersihan dan pola hidup sehat agar virus tidak mudah menyerang,” pungkasnya.

Berikut dokumentasi Tim Terpadu RT 22: